Oktober 6, 2026

Kepala sekolah UPT SPF SMP Negeri 2 palangga Kab Gowa. Rosmanto S. Pd.M.pd.

GOWA, Suara Publik Sulsel .com— Proses pelaksanaan proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Pallangga yang berlokasi di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, terus dikebut. Proyek yang bersumber dari anggaran Kementerian Pendidikan RI tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp731.052.000.

Kepala SMP Negeri 2 Pallangga, Rusmanto, mengatakan pengerjaan di lapangan hingga saat ini terus dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Sementara batas waktu pelaksanaan proyek masih berlangsung hingga akhir Desember 2026

Menurut Rusmanto, dari total anggaran tersebut, tidak seluruhnya digunakan untuk pekerjaan fisik bangunan. Revitalisasi mencakup lima ruang kelas dan satu ruang kepala sekolah, sehingga total terdapat enam ruangan yang diperbaiki.

“Dari jumlah alokasi anggaran itu, tidak semuanya diperuntukkan untuk membiayai pengerjaan bangunan ruang kelas yang direnovasi. Ada lima ruang kelas dan satu ruang kepala sekolah yang diperbaiki,” ujar Rusmanto.

Ia menjelaskan, alokasi untuk pekerjaan renovasi enam ruangan tersebut mencapai lebih dari Rp500 juta. Sementara anggaran lainnya digunakan untuk pengadaan mebel dan interior serta biaya pengawasan dan pengelolaan.

“Untuk pengadaan mobiler dan interior nilainya Rp85 juta, sementara untuk pengawasan dan pengelolaan kita alokasikan Rp38 juta lebih,” jelasnya.

Rusmanto juga menegaskan pihak sekolah mengedepankan keterbukaan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut. Masyarakat sekitar dan orang tua siswa dipersilakan ikut melakukan pengawasan terhadap proses pengerjaan.

“Kami terbuka dan siap menerima masukan maupun kritikan dari warga maupun orang tua siswa manakala ada hal yang dianggap tidak baik dalam pelaksanaan renovasi ini,” tegasnya.

Ia memastikan pekerjaan revitalisasi dilaksanakan berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
“Yang jelas, kita mengerjakan proyek revitalisasi ini sesuai RAB yang ada,” katanya.

Sementara itu, hingga akhir September 2026, progres pekerjaan fisik disebut telah mencapai lebih dari 40 persen.
Rusmanto mengatakan, keenam ruangan yang menjadi sasaran revitalisasi saat ini telah ditutup dan pekerjaan berlanjut pada pemasangan plafon.

“Alhamdulillah, dari enam ruangan yang dikerjakan semuanya sudah ditutup. Sekarang dalam proses pemasangan plafon. Setelah selesai, masuk tahap pengecatan dan selanjutnya pemasangan ubin lantai,” pungkasnya ”

“suara publik sulsel com “

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *