Oktober 7, 2026

kepala UPT. SPF. SMAN. 23 Makassar. DR. H. Saharuddin.

MAKASSAR.SUARAPUBLIKSULSEL.COM.— Perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang mewah. Terkadang, perubahan lahir dari kemauan, keikhlasan, kerja keras, dan keberanian seorang pemimpin untuk memegang amanah.

Hal itulah yang tergambar di SMA Negeri 23 Makassar di bawah kepemimpinan Dr. H. Sabaruddin. Sejak dipercaya menjadi kepala sekolah, dirinya perlahan melakukan pembenahan terhadap kondisi sekolah yang sebelumnya terlihat kurang terurus.

Kini, wajah SMA Negeri 23 Makassar mulai me.nunjukkan perubahan. Lingkungan sekolah semakin tertata dan aktivitas pendidikan terus berkembang. Perubahan tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang memiliki visi, kemauan dan keikhlasan mampu membawa sebuah sekolah bergerak menuju kondisi yang lebih baik.

HDr . Saharuddin mengaku sejak awal dirinya memimpin, berbagai tantangan dihadapi dengan semangat untuk melakukan pembenahan.

“Tidak ada yang tidak bisa, yang penting ada kemauan dan keikhlasan,” ujar Dr. H. Saharuddin.

Prinsip tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Baginya, jabatan bukan sekadar posisi, tetapi sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
PPDB Terus Mengalami Peningkatan
Perubahan yang terjadi juga mulai terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMA Negeri 23 Makassar.

Setiap tahun, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menunjukkan adanya peningkatan jumlah peminat. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa keberadaan dan perkembangan sekolah semakin mendapat perhatian masyarakat.

“Alhamdulillah, setelah saya memimpin di sini, sudah kelihatan banyak perubahan. Setiap tahun pelaksanaan PPDB juga selalu ada peningkatan,” ungkapnya.

Peningkatan tersebut tentunya menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus melakukan pembenahan danmeningkatkan kualitas pendidikan.
Dari Tak Punya Masjid, Kini Jadi Pusat Ibadah Siswa
Salah satu perubahan yang paling dirasakan warga sekolah adalah hadirnya masjid di lingkungan SMA Negeri 23 Makassar.

Sebelum Dr. H. Saharuddin menjabat, sekolah tersebut belum memiliki masjid. Kini, masjid telah berdiri dan dimanfaatkan secara aktif oleh siswa, guru, serta pegawai.
Masjid tersebut bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik.

Para siswa dan siswi kini dapat melaksanakan salat berjamaah di lingkungan sekolah. Bahkan, masjid tersebut juga digunakan untuk pelaksanaan salat Jumat yang diikuti oleh siswa, guru dan pegawai.
Kehadiran masjid menjadi simbol perubahan sekaligus menjadi ruang pembinaan keagamaan bagi generasi muda.
Kepemimpinan yang Dibuktikan dengan Perubahan

Bagi Dr. H. Saharuddin, membangun sekolah bukan pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kemauan, keikhlasan, kebersamaan, serta dukungan seluruh warga sekolah.

Dari kondisi sekolah yang sebelumnya terlihat kurang terurus, kini SMA Negeri 23 Makassar terus berbenah dan memperlihatkan wajah baru.
Perubahan tersebut menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan kepemimpinan Dr. H. Saharuddin. Ia membuktikan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk berbicara tentang perubahan, tetapi juga harus mampu menghadirkan perubahan yang dapat dilihat dan dirasakan.

Dengan semangat tersebut, SMA Negeri 23 Makassar diharapkan semakin berkembang, semakin dipercaya masyarakat, serta mampu mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai keagamaan ”

“suara  publik sulsel com”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *